WEF: 69 Juta Lapangan Kerja Baru 2027, Ini Profesi yang Dibutuhkan!

Masifnya transformasi digital dan disrupsi mempengaruhi laju perekonomian Indonesia termasuk soal lapangan kerja. Menurut Forum Ekonomi Dunia atau World Economic Forum (WEF), sekitar 69 juta lapangan kerja baru yang tercipta pada 2023-2027 termasuk banyaknya muncul profesi baru.

Menteri BUMN, Erick Thohir, mengatakan dalam menghadapi era disrupsi dan digitalisasi, Indonesia membutuhkan lebih dari 17 juta tenaga kerja yang mumpuni, baik sebagai profesional ataupun pengusaha. 

“Dengan pemenuhan talenta ini, Indonesia bisa mendapatkan manfaat ekonomi dari digital ekonomi, untuk memastikan hal tersebut, diperlukan investasi pada knowledge base ekonomi, yaitu mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan kualitas sumber daya manusia.” Pungkas Erick dalam CNBC Indonesia Tech Conference, Kamis (13/10/2022).

Laporan Future of Work 2023 yang dilansir pada World Economic Forum (WEF) Future of Jobs 2023, mencatat bahwa untuk setiap profesi yang dihapus, banyak profesi baru yang datang. Rinciannya, sekitar 23 persen, akan berdampak besar terhadap multi-sektor salah satunya segmen teknologi.

Diproyeksikan beberapa prospek pekerjaan seperti analisa dan ilmuwan data, spesialis pembelajaran mesin AI, serta pakar keamanan siber diperkirakan akan tumbuh rata-rata 30 persen pada 2027. Pada saat yang sama, kehadiran AI akan membahayakan banyak pekerjaan yang saat ini dipegang oleh manusia. Sementara itu, menurut prediksi Forum Ekonomi Dunia, pekerjaan pencatatan dan administrasi pada 2027 akan berkurang sekitar 27 juta.

WEF memperkirakan bahwa pertumbuhan pekerjaan hingga 5 tahun kedepan, akan berfokus pada beberapa bidang pekerjaan yang pertumbuhannya paling pesat sepanjang 2023-2027:

  • Analis Business Intelligence
  • Analis Keamanan Sistem Informasi
  • Analis Data dan Data Science
  • Desainer Komersial dan Industrial
  • Insinyur Data (Data Engineer)
  • Insinyur di bidang Fintech (Finance Technology)
  • Insinyur di bidang Robotik
  • Spesialis kecerdasan buatan (AI) dan Machine Learning
  • Spesialis keberlanjutan (Sustainability)
  • Spesialis Big Data
  • Operator Peralatan Pertanian
  • Spesialis Transformasi Digital
  • Pengembang Blockchain
  • Spesialis E-Commerce
  • Spesialis Strategi dan Pemasaran Digital

Dalam acara “The Founders Fest”, (8/5/2023), Menteri BUMN, Erick Thohir, mengatakan bahwa “Dengan digitalisasi yang bermacam-macam, problemnya, akan lebih banyak lapangan kerja yang hilang dibanding yang tumbuh.” Menurut Erick, Indonesia butuh banyak entrepreneur atau wirausaha sebagai pionir dalam membuka lapangan kerja seluas-luasnya. Adapun, saat ini rasio kewirausahaan di Indonesia sudah 3,4% dari target 4% ditengah tahun 2024 ini.

Langkah konkrit yang dilakukan pemerintah untuk membangkitkan semangat kewirausahaan pemuda adalah membentuk Undang Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker). Fokus utama dari UU Ciptaker adalah membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya untuk memotivasi kerja para wirausaha pemuda. 

Indonesia segera memasuki puncak bonus demografi pada tahun 2030 mendatangdi mana 68 persen penduduk Indonesia, berusia produktif. Karena itu, harus dibarengi dengan penciptaan lapangan pekerjaan yang luas. Menurut Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, UU Ciptaker, dibentuk dengan landasan untuk menyediakan lapangan pekerjaan, membangun serta melindungi usaha kecil menengah. 

Dalam menjunjung upaya untuk kesejahteraan di bidang wirausaha, MUM memberikan support penuh dalam pemenuhan tenaga kerja bagi Permodalan Nasional Madani, melalui Program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (PNM Mekaar). PNM Mekaar, ialah sebagai pihak peminjam modal untuk wanita prasejahtera pelaku usaha Ultra mikro, dalam rangka menggapai cita-cita dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Terbukti, sepanjang tahun 2023, PNM berhasil menumbuhkan 15,2 juta nasabah yang juga pelaku usaha ultra mikro dan UMKM, dengan total penyaluran pembiayaan lebih dari Rp 70 Triliun. Sekecil apapun langkah yang diambil PNM, dalam mendorong usaha mikro dan UMKM, diharapkan dapat berimbas besar bagi pertumbuhan generasi emas Indonesia di tahun 2045 mendatang. 

Prediksi akan bonus demografi yang akan meningkat tinggi, merupakan peluang besar untuk meraih Indonesia Emas 2045. Menyambut peluang itu, MUM berkomitmen mengoptimalkan tenaga kerja produktif guna mendukung kegiatan operasional perusahaan ditengah pertumbuhan bisnis di Indonesia.

MUM berdedikasi menjadi ‘talent pool’ untuk mendorong Perusahaan dalam mendukung target terdekat pemerintah: 4,4 juta lapangan kerja baru pada 2024. Inisiatif Perusahaan ini juga sejalan dengan Surat Edaran Menteri BUMN No. SE-13/MBU/11/2020 tentang Cross Mentoring Badan Usaha Milik Negara Untuk mengoptimalkan potensi, mengembangkan, serta dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.

Untuk itu, PT MUM terus berkomitmen menggelar berbagai kegiatan pelatihan, guna meningkatkan kompetensi karyawan, meningkatkan motivasi kerja dan loyalitas kerja, meningkatkan produktivitas kerja, dan meningkatkan disiplin kerja karyawan alih daya. Seperti service excellent, team building, leadership, Bakti Mekaar, parental approach, safety riding, Hang Out With AO (kebersamaan dengan Account Officer).

MUM juga berupaya menumbuhkan semangat memunculkan potensi tenaga kerja dengan inovasi adaptasi dan kolaborasi bersama seluruh stakeholder pentahelix Academician (Akademisi), Business (Bisnis), Community (Komunitas), Government (Pemerintah) dan Media (Publikasi Media).

Dengan ini, MUM sebagai perusahaan yang bergerak di bidang alih daya, dan sudah berkembang dengan skala nasional, senantiasa berkomitmen mendorong lapangan kerja lebih luas, untuk memenuhi 69 juta lapangan kerja baru pada tahun 2027 mendatang.

Source: BBC, CNBC, KOMPAS, dan Kemdikbud.go.id

Informasi lebih lanjut:

Putri Amandawati

Corporate Communication

PT Mitra Utama Madani

corcom@mum.co.id

www.mum.co.id